Apa itu berpikir komputasional?
Kemampuan berpikir kreatif, kritis dan komunikasi serta kolaborasi merupakan kemampuan yang paling penting pada era yang serba instan ini. Sering kita jumpai siswa atau anak muda khususnya pada negara kita Indonesia, banyak yang tidak punya keahlian berpikir yang baik hal ini didukung dengan skor PISA ( Programme for International Student Assessment ) kita yang mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. Sekedar informasi, PISA adalah studi internasional yang diselenggarakan oleh OECD ( Organization for Economic Cooperation and Development ) untuk mengevaluasi sistem pendidikan di berbagai negara. Studi ini mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam bidang membaca, matematika, dan sains. Melihat keadaan kita saat ini, tentu kita perlu untuk mengembangkan keterampilan berpikir, menguasai tentang persoalan yang dihadapi, dan mempunyai kompetensi sosial dan emosional untuk mengarungi kehidupan dan lingkungan kerja yang semakin kompleks.
Apa itu Berpikir?
Sebelum memahami tentang berpikir komputasional tentu kita perlu mengetahui apa itu yang dinamakan berpikir. Berpikir menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu, atau menimbang-nimbang di ingatan, sedangkan menurut ahli berpikir diartikan sebagai proses mental yang melibatkan pengelolaan dan transformasi informasi untuk membentuk konsep, bernalar, membuat keputusan, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah. Proses ini sering melibatkan memanipulasi informasi yang ada di memori untuk menghasilkan representasi mental yang baru. sederhananya berpikir adalah proses pengelolaan sebuah informasi yang kita dapat untuk tujuan atau penyelesaian masalah tertentu.
Berpikir Komputasional (Computational Thinking)
Berpikir Komputasional (BK) adalah cara berpikir untuk memecahkan persoalan, merancang sistem, memahami perilaku manusia. BK melandasi konsep informatika. BK harus menjadi dasar bagaimana seseorang berpikir dan memahami dunia dengan persoalan-persoalannya yang semakin kompleks. Sederhana-Nya Berpikir Komputasional adalah proses berpikir untuk memformulasikan persoalan atau permasalahan dan solusinya, sehingga solusi tersebut bisa digunakan secara efektif, efisien dan optimal untuk dilaksanakan oleh sebuah agen pemroses informasi yaitu sebuah komputer, robot, atau seorang manusia.
![]() |
image source: kompasiana.com |
Empat pilar atau Pondasi utama dalam berpikir
Berpikir komputasional mempunyai empat pondasi dalam berpikir antara lain Dekomposisi (decomposition), Pengenalan Pola (Pattern Recognition), Abstraksi (Abstraction) dan Desain Algoritma (algorithm design).
Dekomposisi
Dekomposisi adalah formulasi persoalan atau memecah sebuah masalah yang besar menjadi masalah-masalah yang lebih kecil, dengan tujuan agar lebih mudah untuk diselesaikan atau dikelola.
Contoh:
Masalah : bagaimana cara saya membuat aplikasi web untuk mengelola inventaris barang.
Dekomposisi:- Identifikasi kebutuhan: apa fungsi dari aplikasi web ini? (misalnya, menambahkan barang, melihat daftar barang, mencari barang, mengubah informasi tentang barang)
- Desain antarmuka pengguna: bagaimana tampilan aplikasi web ini? (misalnya, tampilan tombol, form, tabel, dan tampilan visual yang lain)
- Teknologi apa yang akan di pakai? Bahasa pemrograman, framework, database apa yg akan di pakai.
Dengan memecahkan masalah menjadi bagian-bagian lebih kecil, kita dapat lebih mudah untuk mengelola pekerjaan dan memecahkan masalah yang kompleks. Setiap bagian dapat dipecahkan secara terpisah dan kita bisa fokus pada bagian tertentu pada satu waktu, setelah bagian selesai, kita dapat menyatukan kembali untuk menghasilkan solusi yang lebih baik.
Pengenalan Pola
Pengenalan Pola adalah proses mencari, mengidentifikasi kesamaan pola dalam suatu persoalan dengan tujuan agar mempercepat proses penyelesaian suatu masalah yang mempunyai pola yang hampir sama atau sama.
Contoh:
Ketika kita sedang mencoba untuk mengganti sebuah ban mobil yang sedang kempes atau bocor. Kita tentu saja akan sedikit kesulitan dan membutuhkan waktu lebih lama, karena itu merupakan pengalaman pertama dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kita pasti akan dapat menyelesaikan masalah lebih cepat jika sebelumnya kita sudah pernah mengalami masalah yang samDari contoh kasus di atas bisa kita pahami bahwa pengenalan pola dapat mempercepat kita dalam penyelesaian suatu permasalahan sehingga cepat terselesaikan.
Abstraksi
Abstraksi adalah memilah bagian atau aspek-aspek yang paling penting dari suatu permasalahan dengan mengabaikan detail-detail yang kurang penting.
Contoh:
Ketika kita ingin belajar untuk memainkan sebuah alat musik gitar. Kita hanya perlu untuk belajar cara memetik senar, dan menghafal beberapa kunci dasar. Kita tidak perlu tau merk gitarnya itu apa, kita tidak perlu tau bahannya dari apa dan kita juga tidak perlu tau bagaimana cara gitar itu dibuat. Semua detail-detail itu hanya akan menghambat proses belajar gitar yang kita lakukan.Konsep dari abstraksi adalah kita harus fokus pada bagian yang penting, dan mengabaikan hal-hal yang dirasa bukan tujuan dalam penyelesaian sebuah masalah atau persoalan. Kita masih bisa belajar lebih detail ketika kita sudah bisa menyelesaikan masalah yang paling penting terlebih dahulu.
-
Desain Algoritma
Desain algoritma merupakan sebuah proses membuat langkah-langkah atau prosedur yang jelas dan sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan, hal ini bertujuan agar mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi. Algoritma ini merupakan tahap atau pilar terakhir dan menjadi konklusi dalam sebuah kemampuan berpikir komputasional.
Contoh:
Masalah: bagaimana cara membuat teh manis hangat- Siapkan peralatan dan bahan-bahan:
- Teh celup
- Air
- Gula
- Sendok
- Cangkir atau gelas
- Kompor
- Panci
- Nyalakan kompor dan taruh panci yang sudah berisi air
- Tunggu air sampai mendidih
- Sambil menunggu air mendidih, masukkan 1 ½ sendok gula kedalam gelas
- Jika air mendidih, matikan kompor lalu angkat panci dan tuangkan air mendidih ke dalam gelas yang berisi gula.
- Jika dirasa cukup, taruh panci ke tempat semula
- Masukkan teh celup ke dalam gelas dan aduk hingga gula dan teh larut
- Jika sudah larut, maka teh manis hangat siap dinikmati
Desain algoritma adalah sebuah langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan permasalahan. Tujuan dari algoritma adalah selain bisa digunakan lagi oleh orang lain, algoritma juga dapat mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian suatu masalah. Jadi desain algoritma harus jelas dan terstruktur.
- Siapkan peralatan dan bahan-bahan:
Keempat pilar di atas menjadi dasar berpikir dalam sebuah proses komputasi termasuk juga dalam pembuatan program komputer, akan tetapi skill ini tidak melulu soal pemrograman dan dunia komputer saja, akan tetapi juga dalam berbagai permasalahan di dunia nyata. Kita bisa mengurai masalah dengan baik dan menemukan solusi tepat dengan tahapan yang benar.
Sampai disini postingan pada kesempatan kali ini, apabila terdapat penjelasan yang kurang dimengerti silahkan tuliskan pertanyaan anda pada kolom komentar yang telah disediakan di bawah ini.
0 Komentar